Misteri Bukit Kelam: Kisah Cinta yang Membeku di Jantung Kalimantan

Menguak selubung legenda dan pesona alam yang tersembunyi di bukit batu raksasa nan eksotis

- Pewarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan udara Bukit Kelam yang menjulang sendirian di tengah hamparan dataran hijau, memperlihatkan keagungan monolit alami ini dari sudut pandang yang menakjubkan. Bentuknya yang unik dan ukurannya yang masif menjadikan Bukit Kelam ikon alam yang tak terlupakan di Kalimantan Barat.

Pemandangan udara Bukit Kelam yang menjulang sendirian di tengah hamparan dataran hijau, memperlihatkan keagungan monolit alami ini dari sudut pandang yang menakjubkan. Bentuknya yang unik dan ukurannya yang masif menjadikan Bukit Kelam ikon alam yang tak terlupakan di Kalimantan Barat.

Pernahkah Anda membayangkan sebuah bukit batu raksasa yang berdiri tegak sendirian di tengah hamparan dataran luas, menyimpan kisah cinta tragis yang telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad lamanya?

Itulah Bukit Kelam, sebuah monolit perkasa di Sintang, Kalimantan Barat, yang bukan hanya memukau dengan bentuknya yang unik tetapi juga memancarkan aura mistis dari legenda yang melekat erat pada setiap lekuk batunya.

Bukit Kelam yang menjulang tinggi hingga 1.002 meter di atas permukaan laut ini memang tampak seperti raksasa tidur yang enggan beranjak, menarik perhatian siapa saja yang melintas di sekitarnya dengan keanggunan alaminya.

Asal-Usul Nama dan Legenda yang Melekat

Meskipun namanya “Kelam” menyiratkan kegelapan atau misteri, bukit ini justru menawarkan pemandangan spektakuler, terutama saat matahari terbit atau terbenam yang menyelimuti puncaknya dengan nuansa keemasan.

Nama “Kelam” sendiri dipercaya berasal dari bahasa Dayak setempat, yang merujuk pada bayang-bayang gelap selalu menyelimuti sebagian sisi bukit karena ukurannya yang masif.

Namun, di balik nama dan pesona alamnya, terdapat sebuah legenda yang jauh lebih menarik, mengisahkan pertarungan dahsyat antara dua tokoh sakti mandraguna, Patih Lohgender dan Bujang Beji.

Kisah tersebut bermula dari ambisi Patih Lohgender untuk memindahkan bukit ke tengah kota, sebuah tugas yang diyakini akan memberikan kekuasaan dan pengakuan luar biasa baginya.

Ia menggunakan rotan raksasa untuk mengikat bukit, berencana menariknya dengan kekuatan magisnya, menunjukkan betapa besarnya ambisi yang membara dalam dirinya.

Namun, di tengah usahanya yang gigih, Patih Lohgender harus berhadapan dengan Bujang Beji, seorang pemuda sakti yang tidak setuju dengan pemindahan bukit tersebut, karena dapat merusak keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat setempat.

Bujang Beji, yang memiliki kekuatan setara, berusaha menggagalkan rencana Patih Lohgender, memicu pertarungan sengit yang melibatkan kekuatan gaib dan sihir kuno.

Pertempuran epik tersebut berlangsung selama berhari-hari, menciptakan guncangan hebat di seluruh wilayah, dan meninggalkan jejak-jejak yang kini masih bisa dilihat dalam bentuk formasi bebatuan unik di sekitar Bukit Kelam.

Konon, saat pertempuran mencapai puncaknya, Bujang Beji berhasil memotong rotan yang digunakan Patih Lohgender, menyebabkan bukit jatuh kembali ke tempatnya dengan dentuman maha dahsyat.

Gema dari peristiwa tersebut dipercaya telah menciptakan berbagai ngarai dan lembah di sekitar bukit, menjadi saksi bisu dari pertarungan para raksasa yang tidak terlukiskan kekuatannya.

Pesona Alam dan Potensi Wisata

Terlepas dari legenda yang menyelimutinya, Bukit Kelam saat ini menjadi destinasi wisata alam yang menjanjikan, menawarkan pengalaman mendaki yang menantang bagi para petualang sejati.

Jalur pendakian yang curam dan berbatu memang menguji fisik, tetapi pemandangan alam dari puncaknya yang luas akan membayar lunas setiap tetes keringat yang dikeluarkan.

Dari puncak Bukit Kelam, pengunjung dapat menyaksikan hamparan hutan tropis yang hijau membentang sejauh mata memandang, serta aliran Sungai Melawi yang berkelok-kelok anggun di kejauhan.

Bagi mereka yang tidak ingin mendaki, kawasan kaki bukit juga menawarkan pesona tersendiri dengan adanya air terjun dan gua-gua alami yang menarik untuk dieksplorasi.

Air terjun di kaki Bukit Kelam, misalnya, menjadi tempat ideal untuk menyegarkan diri setelah perjalanan panjang, atau sekadar menikmati ketenangan suara gemericik air yang menenangkan jiwa.

Gua-gua di sekitar bukit juga menyimpan keindahan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan tahun, menciptakan formasi artistik yang luar biasa menakjubkan.

Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat berupaya keras mengembangkan potensi wisata Bukit Kelam, menjaga kelestarian alamnya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dayak yang ada di sekitarnya.

Beberapa fasilitas pendukung seperti area parkir, pusat informasi, dan warung makan sederhana telah dibangun, memastikan kenyamanan pengunjung tanpa merusak keaslian alam.

Bukit Kelam bukan hanya sekadar gundukan batu raksasa, melainkan sebuah monumen alam yang hidup, menyimpan memori kolektif masyarakat, dan siap berbagi kisah serta keindahan kepada siapa saja yang bersedia datang dan mendengarkan.

Jadi, jika Anda mencari petualangan yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga memperkaya jiwa dengan cerita-cerita masa lalu, Bukit Kelam di Sintang adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda berikutnya.

Mari kita jaga bersama keindahan dan legenda Bukit Kelam, agar kisah Patih Lohgender dan Bujang Beji tetap hidup, menginspirasi generasi mendatang untuk selalu menghargai alam dan warisan budaya.

Berita Terkait

Pesona Batu: Menyingkap Kisah Klasik di Balik Keindahan Alam Malang
Mengintip Keajaiban Hutan Lindung Bengkayang, Jantung Borneo yang Terlindungi
Memeluk Keheningan: Mengungkap Magis Pantai Pasir di Indonesia
Jejak Budaya Melayu: Antara Tradisi dan Laju Zaman Modern
Intip Kearifan Dayak Kanayatn Menjaga Hutan dan Tradisi di Era Digital
Merayakan Gawai Dayak: Harmoni Leluhur dan Semangat Baru di Tanah Borneo
Pesona Budaya Dayak Kanayatn: Harmoni Tradisi dan Alam Borneo
Menggali Kisah Leluhur: Cerita Rakyat Batu, Jawa Timur yang Tak Lekang Zaman
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

Pesona Batu: Menyingkap Kisah Klasik di Balik Keindahan Alam Malang

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Mengintip Keajaiban Hutan Lindung Bengkayang, Jantung Borneo yang Terlindungi

Minggu, 6 September 2026 - 07:03 WIB

Memeluk Keheningan: Mengungkap Magis Pantai Pasir di Indonesia

Sabtu, 5 September 2026 - 07:05 WIB

Jejak Budaya Melayu: Antara Tradisi dan Laju Zaman Modern

Kamis, 3 September 2026 - 07:04 WIB

Intip Kearifan Dayak Kanayatn Menjaga Hutan dan Tradisi di Era Digital

Berita Terbaru