January 29, 2023
Pontianak, Kalimantan Barat
Politics

Pahlawan Nasional Asal Kalimantan Barat, Adakah?

Ada banyak nomenklatur kata yang melekat pada kata Pahlawan Nasional. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 disebutkan bahwa gelar Pahlawan Nasional mencakup semua jenis gelar yang pernah diberikan sebelumnya, yaitu: Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Pahlawan Proklamator, Pahlawan Revolusi, Pahlawan Kebangkitan Nasional, Pahlawan Perintis Kemerdekaan, dan Pahlawan Ampera.

Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan Negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Pemberian gelar Pahlawan Nasional mulai diberikan sejak tahun 1959. Di mana penetapannya dikeluarkan langsung oleh Presiden setiap tahunnya. 

Dengan ditetapkannya 5 nama sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2022 oleh Presiden Joko Widodo. Indonesia telah menetapkan 200 tokoh sebagai Pahlawan Nasional sampai tahun 2022. 

when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type area specimen book It has survived not only five centuries.but also the leap introduce electronic typesetting, remaining essentially unchanged.

Willum Skeener

Dari 200 nama yang sudah ada, pertanyaannya adakah nama yang mewakili Provinsi Kalimantan Barat? Jawabannya; ada! Setidaknya ada dua nama tokoh Kalimantan Barat yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. 

Abdul Kadir

Pertama ada nama Abdul Kadir yang memiliki gelar Raden Tumenggung Setia Pahlawan. Lahir di Sintang pada tahun 1771 dan meninggal pada 1875 di Melawi. Abdul Kadir menjadi Pahlawan Nasional pertama dari Kalimantan Barat, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1999. 

Dr. Raden Rubini Natawisastra

Nama kedua adalah Dr. Raden Rubini Natawisastra, yang baru saja ditetapkan pada tahun 2022 ini. Lahir di Bandung pada 13 Agustus 1906. Rubini merupakan seorang dokter lulusan STOVIA yang mengabdikan ilmu kesehatannya di Pontianak. Perjuangan Rubini harus terhenti, ketika ia ditangkap Jepang pada tahun 1944. Rubini menjadi salah satu tokoh yang dimakamkan di Mandor, Kabupaten Landak. 

Tanpa mengurangi rasa hormat kita pada rekam jejak pahlawan asal Kalbar lainnya. Sebagai warga Kalimantan Barat, tentu kita turut berbangga dengan dua tokoh yang telah diakui perjuangannya, sehingga layak menyandang gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. Semoga spirit perjuangannya terus menggelora di Tanah Kalimantan Barat kita tercinta ini. (YH, KabarKalbar)

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video