Kabar Kalbar  – Press Release Optimalkan Diri Menghadapi Dunia Digital Dengan Literasi Yang Tepat 17 Juli 2021 – Ketapang

Kabar Kalbar – Press Release Optimalkan Diri Menghadapi Dunia Digital Dengan Literasi Yang Tepat 17 Juli 2021 – Ketapang

  20 Jul 2021

Moderator :Aulia

LO : Lutfi

Runner : Miftahul Huda

Narasumber :

Local :

  1. Endang Kusmana
  2. Miftahul Huda

Nasional :

  1. Alexander Dimas

KOL : Sartono

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

Talks 1: tema

(ALEXANDER DIMAS – )

  • Menjaga Multikulturalisme dengan cara :
  • Kolaborasi tradisi budaya
  • memperkaya ilmu dan wawasan
  • Cakap menggunakan media digital
  • Literasi digital sering dianggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun, acap kali ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal, literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi, namun penggunanya harus memiliki kecakapan yang mampu mengoperasikan alat sekaligus juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.
  • Kulturalisme memiliki arti yang sama dengan budaya atau ideologi, sedangkan Multikulturalisme merupakan sebuah ideologi yang mengakui adanya perbedaan dan banyaknya budaya (seperti adat istiadat, kebiasaan, budaya masyarakat, politik dan sebagainnya

 

Talks 2: tema

(ENDANG KUSMANA- DIREKTUR POLITEKNIK NEGERI KETAPANG)

 

Talks 3: tema

Kecakapan Digital : Literasi Digital Sebagai Sarana Meningkatkan Pengetahuan Akan Warisan Budaya

– Miftahul Huda – Ketua Lembaga Simpang Mandiri

 

  •     Prasasti Waringin Pitu adalah prasasti dari kerajaan Majapahit yang ditemukan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Isi prasasti Waringin Pitu berbicara tentang tatanan para penguasa dan pemerintah kerajaan Majapahit. 14 istana bawahan kerajaan Majapahit adalah Bhre Daha, Bhre Kahuripan, Bhre Pajang, Bhre Wengker, Bhre Wirabumi, Bhre Matahun, Bhre Tumapel, Bhre Jagaraga, Bhre Tanjungpura, Bhre Kembeng Jenar, Bhre Burahembre
  •     Dalam Kitab Pararaton pada halaman 42 di sebukan ada beberapa kerajaan yang berada di bawah kekuasaan  Kertanagara di antaranya: Pahang, Malayu, Gurun, Bakula Pura (Ssanskrit), Sunda , Madura.  semenanjung, swarnabumi, dan sekitarnya. Bakulapura saat itu beribu kota sukadana.

 

Key Opinion Leader

Etika Digital : Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial

– Sartono – Founder Chanel Youtube Tok Uban Family

QnA

Penanya : Peran digitalisasi dalam kehidupan masyarakat yang multikultural

 

Jawaban :

–          Narsum Alexander Dimas: Peran multikulturalisme di daerah Ketapang perannya Seperti apa besar Sebenarnya masih di mana aparat multikulturalisme Enggak cuma dilihat dari Ketapang sendiri tapi dari aspek dari kota A Desa provinsi dan cara bangsa Indonesia menghadapi berbagai macam hal yang perlu kita secara budaya dan informasi yang berasal orisinalitasnya dari Ketapang bisa juga kita membantu meningkatkan peran budaya tersebut dengan cara mungkin bisa bilang Sebelumnya saya membantu melakukan like share dan kemudian juga bisa melakukan video atau mungkin mama mama mama bantu publikasikan nya juga dan banyak banyak sekali cara kalau kita ngomongin bagaimana peran budaya apalagi secara aspek kota dan kabupaten provinsi untuk bisa kita ambil perannya sebagai publikator bisa mengambil peran sebagai penerus budaya-budaya itu sendiri

 

Penanya :  kampus saya ini kan berdiri 3 tahun Pak apakah akan pengaruh di dunia pendidikan khusus kampus baru dan Project atau mencari mahasiswa baru Apakah bisa ditangani tampaknya sosialisasi langsung yang datang ke sekolah sekolah sekolah sekolah untuk menarik agar bisa berkuliah

 

Jawaban :

–          Narsum (endang kusmana) : pengalaman kami berdasarkan survei yang kami lakukan kepada seluruh mahasiswa baru itu mereka mengenal itu justru dari media sosial jadi cara cara berpromosi ke sekolah-sekolah yang sering dilakukan di brosur dan seterusnya berdasarkan survei kami itu tidak efektif ya Jadi sekarang justru di daerah pun itu memahami itu seperti kita membuat berita di sebuah media lain kita share kemudian Katakanlah bikin PR di masing-masing media sosial kita Nah itu ternyata sekitar 7% mahasiswa yang berasal dari daerah bukan dari kota Justru itu mendapatkan informasi tentang politik dari media sosial itu sebagai kampus baru atau sekolah baru menurut saya sekarang zamannya Ya kita harus melakukan cara-cara yang berbeda dalam berpromosi tidak lagi datang ke sekolah sekolah ya tetapi memang memberdayakan yang salah satunya media sosial mereka bertemu silaturahmi mungkin bisa saja dilakukan terutama kepada misalnya kalau di Ketapang

 

Penanya :  Kepada Mas Miftahul Huda pertanyaannya adalah bahwa mewariskan dan menurunkan adat istiadat budaya ke generasi muda ini sangat penting Bagaimana menurut bapak pengguna media digital untuk memelihara kebudayaan Indonesia tanpa menghilangkan identitas bangsa

 

Jawaban :

–          Narsum (miftahul huda) :  warisan kebudayaan bukan hanya para kaum kaum yang sudah tua kelihatan kalau ini biasanya akan dengan hal-hal yang jadul hari ini Dan juga para peserta lain khususnya para milenial ini mungkin juga menjadi salah satu generasi penerus yang harus mewariskan budaya untuk kedepannya supaya budaya kita ini tidak luntur ini saya berikan contoh salah satu yang ada di Kabupaten Ketapang maupun karya Utara sebagian besar itu sebetulnya sudah kehilangan identitas sejarah kita kita ini tidak paham Saya beri contoh ini mungkin yang tinggal di Ketapang maupun di Saya tidak paham dengan siapa sebetulnya raja dari kerajaan kerajaan Sukadana Simpang dan Matan mungkin hanya satu atau dua orang teman yang hanya 12 saja dan kemudian di beberapa petilasan makam ini kan banyak tidak ada nama banyak yang namanya ditulis secara jelas ini salah satu bukan berarti nama-nama tersebut tidak ada tidak ada diketahui dalam bidang ini khusus untuk penelusuran sejarah lokal akan tetapi kita ini Mungkin banyak yang pulang aku udah banyak yang tidak paham sehingga mengakibatkan salah satu daripada lunturnya kemudian kita bisa karena ada beberapa kasus yang yang pernah terjadi karena sudah sekian lama kemudian terjadi penggalian-penggalian di sebuah tempat yang tidak bisa menyebutkan tempat ini digali oleh eksavator yang kemudian tempat ini dikiranya kuburan biasa tapi ternyata ini akan mengetahui menyatakan bahwa ini adalah tempat bersejarah salah satu contoh mbak Mungkin Bagaimana pentingnya kita untuk menjaga warisan budaya

 

Penanya :  Dampak apa yang dapat dirasakan masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial di Ketapang Kalimantan Barat aplikasi digital agar bijak dalam menggunakan sosial media

 

Jawaban :

–          Narsum  (sartono) : Pertanyaan seperti Dampaknya itu itu kalau sekarang ini YouTube YouTube saya sendiri yang sudah mengalami bagaimana dampaknya untuk kehidupan sehari-hari saya dari saya di dunia bekerja kantoran yang sekarang saya lebih fokus pada itu kita sendiri yang baru-baru ini juga ada aplikasi aplikasi penghasil uang tapi juga hati-hati itu ada beberapa aplikasi yang juga Hanya mereka mereka hanya pengen tapi tidak menghasilkan apa-apa tapi kalau seperti Tik Tok Itu bisa menghasilkan uang cuman kita sistem kerjanya ya seperti itulah kita ajak teman-teman untuk saling kita bagikan undangan terus mereka mengikuti kita kita dapat menghasilkan di situ Sama juga sistem kerjanya seperti seperti itu.